Nama Lenormand diambil dari Marie Anne Adelaide Lenormand, penulis sekaligus cartomancer atau pembaca kartu asal Prancis yang dianggap salah satu yang paling termasyhur sepanjang sejarah. Untuk memahami sejarah Lenormand secara utuh, penting menelusuri dulu perjalanan hidup sosok di balik namanya.
Awal Kehidupan yang Penuh Cobaan
Marie Anne Lenormand lahir pada 1772 di Normandy, Prancis. Sejak usia lima tahun, ia sudah menjadi yatim piatu dan dibesarkan di sebuah sekolah Katolik. Pada 1786, di usia empat belas tahun, ia pindah ke Paris, kota yang kelak menjadi panggung utama kariernya sebagai pembaca kartu paling dicari pada masanya.
Menjadi Cartomancer Ternama di Eropa
Setelah namanya dikenal luas sebagai peramal kartu, Lenormand mulai dikunjungi tokoh-tokoh berpengaruh, termasuk Tsar Alexander I dari Rusia, Permaisuri Josephine, hingga sejumlah pemimpin Revolusi Prancis. Dalam praktiknya, Lenormand menggunakan dek Etteilla, dek tarot yang dirancang oleh Jean-Baptiste Alliette, seorang okultis Prancis yang dikenal sebagai Etteilla. Etteilla sendiri punya pengaruh besar dalam mengubah tarot menjadi praktik divinasi pada pertengahan 1700-an, dan pemikirannya turut membentuk cara kerja Lenormand sebagai pembaca kartu.
Pada 1814, Lenormand mulai menulis dan menerbitkan berbagai karya. Reputasinya kian kontroversial, hingga ia beberapa kali ditangkap akibat isi tulisannya sendiri.
Akhir Hidup dan Warisan yang Terputus
Lenormand meninggal pada 1843 di usia tujuh puluh satu tahun. Satu-satunya keluarga yang tersisa adalah seorang keponakan yang taat menjalankan ajaran Katolik. Keponakannya ini membakar seluruh alat dan materi divinasi milik Lenormand, meski di sisi lain tidak keberatan mewarisi kekayaan yang ditinggalkannya.
Bagaimana Namanya Diabadikan pada Dek Kartu
Setelah kematiannya, nama Lenormand mulai dipinjam untuk dek kartu cartomancy yang masih digunakan luas hingga hari ini di berbagai belahan dunia. Gaya kartu ini berkembang dalam dua versi utama. Versi Grand Lenormand menggunakan satu set kartu remi lengkap, sementara versi Petit Lenormand terdiri dari 36 kartu yang menyerupai kartu remi tradisional namun dilengkapi ilustrasi tambahan pada setiap kartunya.
Ciri Khas yang Diwariskan dari Namanya
Meski mengambil nama dari seorang pembaca tarot, sistem Lenormand yang berkembang justru memiliki gaya baca yang berbeda dari tarot, meski sebagian citra visualnya masih menyisakan kemiripan. Setiap kartu dalam sistem ini memiliki dua lapis makna, satu ketika dibaca sebagai kata benda dan satu lagi ketika berfungsi sebagai kata sifat yang memodifikasi kartu di sekitarnya. Ciri paling khas dari sistem ini adalah sifatnya yang sangat literal, jauh berbeda dari tarot yang lebih simbolis dan berlapis, sehingga kombinasi kartu cenderung dibaca secara langsung sesuai gambar yang muncul.
Warisan inilah yang membuat nama Lenormand tetap hidup hampir dua abad setelah kematiannya, jauh melampaui kontroversi dan akhir hidupnya yang menyedihkan, menjadikannya salah satu tokoh cartomancy paling berpengaruh dalam sejarah divinasi Eropa.
Temukan PERJALANAN MISTIS di media sosial lain:
Instagram : @perjalananmistis
Facebook : Perjalanan Mistis
Tiktok : @perjalanan_mistis
Youtube : @perjalananmistis777
Spotify : Perjalanan Mistis
Merasa terbantu dengan artikel di sini? Dukung Perjalanan Mistis di Saweria biar makin semangat ngonten! Terima kasih sudah berkunjung.
Lenormand
0 Comments:
Posting Komentar