3 Jenis Dek Tarot Utama, Mana yang Cocok untuk Pemula?

Bagi yang baru mulai belajar tarot, memilih dek pertama sering terasa membingungkan. Ratusan dek beredar di pasaran, tapi hampir semuanya berakar dari tiga tradisi besar: Rider-Waite-Smith, Tarot de Marseille, dan Thoth Tarot. Ketiganya lahir dari konteks sejarah berbeda, memiliki gaya visual yang khas, dan menuntut tingkat pemahaman yang tidak sama. Mengenal ketiganya membantu menentukan dek mana yang paling sesuai dengan tahap belajar seseorang.

1. Rider-Waite-Smith (RWS): Standar Modern yang Paling Populer

Sejarah

Rider-Waite-Smith diterbitkan pada 1909 di London, hasil kolaborasi antara Arthur Edward Waite, anggota organisasi esoterik Hermetic Order of the Golden Dawn, dan seniman Pamela Colman Smith, yang mengerjakan seluruh ilustrasi. Nama "Rider" merujuk pada penerbit aslinya, Rider & Son. Belakangan, kontribusi Smith mulai lebih diakui sehingga sebagian komunitas menyebutnya dek "Waite-Smith" atau bahkan "Smith-Waite".

Ciri Khas

Keunggulan utama RWS adalah setiap kartu, termasuk seluruh 56 kartu Minor Arcana, digambarkan dengan adegan naratif penuh, bukan sekadar simbol angka seperti kartu remi biasa. Misalnya, kartu Tiga Pedang menampilkan gambar hati tertusuk tiga pedang di bawah hujan, memberi petunjuk emosional yang mudah ditangkap tanpa perlu menghafal makna terlebih dahulu.

Warna-warna dalam RWS cenderung cerah dan simbolismenya banyak mengambil dari tradisi Kristen, astrologi, dan Kabbalah, tapi disampaikan secara visual sehingga tetap bisa "dibaca" secara intuitif.

Tingkat Kesulitan

RWS adalah dek paling ramah untuk pemula. Karena setiap kartu bercerita lewat gambar, pembaca baru bisa mengandalkan intuisi visual sebelum menghafal makna teoretis. Sebagian besar buku panduan tarot berbahasa Indonesia maupun internasional juga menggunakan RWS sebagai referensi utama, sehingga sumber belajarnya paling melimpah.

2. Tarot de Marseille: Akar Tradisi Eropa yang Lebih Tua

Sejarah

Tarot de Marseille bukan merujuk pada satu dek tunggal, melainkan sebuah gaya standar yang berkembang di Prancis, khususnya sekitar kota Marseille, sejak abad ke-17 dan ke-18. Gaya ini merupakan kelanjutan langsung dari tarot Italia awal, dicetak menggunakan teknik cukil kayu (woodblock) yang khas pada masanya. Banyak sejarawan tarot menganggap Marseille sebagai jembatan antara tarot sebagai permainan kartu dan tarot sebagai alat esoterik yang berkembang di abad ke-18 dan ke-19.

Ciri Khas

Perbedaan paling mencolok dari RWS adalah kartu Minor Arcana pada Marseille tidak diilustrasikan secara naratif. Kartu Tiga Pedang, misalnya, hanya menampilkan tiga gambar pedang tersusun rapi tanpa adegan tambahan, mirip kartu remi angka biasa. Gaya visualnya lebih sederhana, dengan warna dasar seperti merah, biru, dan kuning, serta garis tebal khas cukil kayu.

Karena minim narasi visual, pembacaan Marseille lebih bergantung pada angka, posisi, dan sub kartu (koin, tongkat, pedang, piala), sehingga menuntut pemahaman numerologi dan simbolisme sub yang lebih kuat dari pembacanya.

Tingkat Kesulitan

Marseille berada di tingkat menengah. Pembaca perlu memahami makna angka dan sub secara terpisah, lalu menggabungkannya sendiri, karena gambar tidak memberi petunjuk cerita secara langsung. Bagi yang sudah familiar dengan numerologi dasar, seperti yang biasa digunakan dalam pembacaan Soul Blueprint, transisi ke Marseille bisa terasa lebih alami karena logika angkanya serupa.

3. Thoth Tarot: Kompleksitas Esoterik Tertinggi

Sejarah

Thoth Tarot dirancang oleh Aleister Crowley, tokoh okultis Inggris yang juga pernah menjadi anggota Golden Dawn, bekerja sama dengan pelukis Frieda Harris. Pengerjaannya memakan waktu sekitar lima tahun pada 1938 hingga 1943, tetapi dek ini baru diterbitkan secara luas pada 1969, dua dekade setelah Crowley meninggal pada 1947.

Nama "Thoth" diambil dari dewa kebijaksanaan dan tulisan dalam mitologi Mesir kuno, mencerminkan ambisi Crowley untuk menciptakan sistem esoterik yang menyatukan berbagai tradisi mistik dalam satu dek.

Ciri Khas

Thoth Tarot memadukan simbolisme dari astrologi, Kabbalah, alkimia, mitologi Mesir, dan angka, semuanya dalam gaya visual art deco yang khas dan penuh detail. Beberapa nama kartu bahkan diubah dari tradisi umum, misalnya "Justice" menjadi "Adjustment" dan "Strength" menjadi "Lust", mencerminkan interpretasi filosofis Crowley sendiri yang cukup berbeda dari makna tradisional.

Setiap kartu sarat lapisan makna yang saling terkait, sehingga memahami satu kartu sering membutuhkan pemahaman tentang sistem lain, seperti posisi planet dalam astrologi atau jalur pada Pohon Kehidupan Kabbalah.

Tingkat Kesulitan

Thoth adalah dek paling sulit di antara ketiganya. Simbolismenya sangat padat dan saling terkait, sehingga pembaca pemula sering kesulitan menangkap makna tanpa latar belakang esoterik yang cukup. Dek ini lebih cocok untuk pembaca yang sudah nyaman dengan RWS atau Marseille dan ingin mendalami sistem esoterik secara lebih serius.

Ringkasan Urutan Kesulitan

Berdasarkan struktur visual dan kedalaman simbolismenya, urutan tingkat kesulitan dari yang paling mudah hingga paling sulit adalah sebagai berikut.

  1. Rider-Waite-Smith: paling mudah, karena setiap kartu bercerita lewat gambar naratif.
  2. Tarot de Marseille: tingkat menengah, membutuhkan pemahaman angka dan sub kartu secara terpisah.
  3. Thoth Tarot: paling sulit, karena memadukan banyak sistem esoterik sekaligus dalam satu kartu.

Memilih Dek yang Tepat untuk Tahap Belajar

Bagi yang baru memulai, RWS tetap menjadi pilihan paling masuk akal karena kelimpahan sumber belajar dan kemudahan membaca gambar secara intuitif. Setelah terbiasa dengan pola dasar tarot, Marseille bisa menjadi langkah lanjutan yang memperdalam pemahaman numerologi dan struktur sub kartu. Thoth sebaiknya didekati setelah kedua dasar tersebut cukup kuat, mengingat kompleksitas simbolismenya yang tinggi.

Pada akhirnya, tidak ada dek yang "lebih benar" dari yang lain. Ketiganya adalah jalur berbeda menuju tujuan yang sama: membaca simbol sebagai cermin untuk mengenal pola pikir dan kondisi batin diri sendiri dengan lebih jujur.


Temukan PERJALANAN MISTIS di media sosial lain:

Instagram : @perjalananmistis

Facebook : Perjalanan Mistis

Tiktok : @perjalanan_mistis

Youtube : @perjalananmistis777

Spotify : Perjalanan Mistis

Merasa terbantu dengan artikel di sini? Dukung Perjalanan Mistis di Saweria biar makin semangat ngonten! Terima kasih sudah berkunjung.

0 Comments:

Posting Komentar

My Instagram